TVRINews, Medan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi inisiatif Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution yang mempertemukan 10 gubernur se-Sumatera untuk menyatukan gagasan dan membahas kolaborasi pembangunan di Pulau Sumatera.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang berlangsung di Medan, Sumut. Dalam kegiatan itu, Bobby bertindak sebagai moderator atau chair pada pertemuan tingkat gubernur dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Bobby juga mengundang para gubernur se-Sumatera untuk bertukar gagasan dan membahas berbagai peluang kerja sama dalam pembangunan serta peningkatan kemajuan Pulau Sumatera.
Tito mengatakan, pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah gagasan mengenai kerja sama antardaerah, termasuk antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
"Tadi kita mendengar masukan dari rekan-rekan gubernur, ide-ide di antaranya untuk saling bekerja sama antarprovinsi, kabupaten, kota, karena masing-masing memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa saling mengisi," kata Tito.
Menurut Tito, berbagai usulan yang disampaikan para gubernur dapat menjadi dasar untuk menyusun konsep pembangunan Sumatera secara lebih terintegrasi. Pemerintah pusat, kata dia, memberikan dukungan terhadap gagasan yang dapat memperkuat sinergi antardaerah.
“Ada ide untuk membuat semacam konsep pembangunan terintegrasi kawasan khusus, kawasan atau region Sumatera. Nggak masalah, nanti dalam rangka untuk konsep besar ya, tentang konektivitas, pembangunan ekonomi, tentang pembangunan di bidang misalnya pangan, energi, dan lain-lain. Dan ini menurut pemikiran dari pemerintah pusat, tentu pemerintah pusat mendukung konsep-konsep yang positif, yang bersifat saling mendukung satu sama lain, dalam kerangka NKRI,”jelasnya.
Tito menilai Sumatera memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional. Potensi tersebut berasal dari kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki kawasan tersebut.
Ia menyebut sekitar 22 persen populasi Indonesia berada di Pulau Sumatera. Selain itu, posisi geografis Sumatera yang berada di jalur Samudra Hindia dan Selat Malaka dinilai memberikan peluang besar bagi pengembangan konektivitas dan perdagangan.
Menurut Tito, keberadaan gugusan kepulauan di sisi barat Sumatera juga dapat mendukung pengembangan pelabuhan di kawasan tersebut sebagai hub yang terhubung dengan berbagai negara di Asia, Eropa, hingga Afrika.
"Kalau bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan, Sumatera ini di samping bermanfaat bagi Sumatera sendiri, juga akan mendorong pertumbuhan daerah dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," pungkas Tito.










