TVRINews, Medan
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah satu langkah menghadapi tantangan ekonomi global. Menurutnya, potensi ekonomi dalam negeri, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perlu menjadi prioritas untuk memperkuat perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)-Sumut bertema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara” di Ballroom Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta puluhan pelaku usaha dari kedua provinsi.
Bobby Nasution mengapresiasi perhatian Khofifah terhadap Sumut. Sebelumnya, Khofifah hadir di Sumut untuk memberikan bantuan saat bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Sumut pada November 2025.
"Selamat datang kembali Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Sebelumnya hadir di sini membawa bantuan kepedulian untuk Sumatera Utara yang terdampak bencana. Tetapi kali ini datang membawa pedagang, di mana ini merupakan terobosan luar biasa dan mengangkat perekonomian masyarakat," ujar Bobby Nasution.
Menurut Bobby, misi dagang yang bermuara pada kerja sama perdagangan antardaerah menjadi salah satu langkah antisipatif menghadapi tantangan perekonomian global yang masih mengalami tekanan. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan dalam upaya menarik investasi dari luar negeri.
"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM,"tambahnya.
Bobby mengatakan, misi dagang dan investasi tidak boleh berhenti pada transaksi perdagangan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama usaha yang lebih luas sehingga produk UMKM Sumut dan Jatim mampu memperluas pasar hingga tingkat nasional.
"Tadi Pak Kadis (Perindag-ESDM) menyampaikan hitungan untuk angka transaksinya hingga Pukul 10.00 WIB tadi, sudah mencapai Rp2,288 Triliun. Jadi kalau saya pidato dan di belakang masih ramai, berarti transaksinya bisa meningkat. Namun ini menjadi tantangan bagi Sumatera Utara, bagaimana mengkurasi (pemenuhan standar) para pelaku UMKM,"ucapnya.
Bobby menilai proses kurasi pelaku usaha, mulai dari seleksi, pelatihan hingga pemahaman terhadap pasar, menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, kegiatan misi dagang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku usaha.
"Jadi bagaimana nanti misi dagang kita perkenalan produk-produk kita, pesan kepada Pak Kadis agar neraca perdagangannya bisa naik, stabil. Jadi kalau bisa berikutnya, angka Rp2 Triliun bisa meningkat menjadi Rp4 Triliun,"imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai kegiatan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kedua provinsi, terutama dalam memperkuat jejaring antarpelaku usaha.
Khofifah mengatakan Jatim menunggu kunjungan balasan dari Sumut dengan membawa misi yang sama untuk memperluas kerja sama perdagangan.
"Saya rasa kita bisa membangun keseimbangan antara Jatim dan Sumatera Utara. Seperti pelaku usaha dari Jawa Timur, ada yang menjual kopi, ada yang membeli. Bayangan saya, itu Kopi Sidikalang yang brand-nya luar biasa. Nah, PR kita sama-sama Pak Gub, bagaimana produksi kita ditingkatkan,"tuturnya.
Hingga sekitar pukul 12.30 WIB, nilai transaksi dalam kegiatan tersebut mencapai Rp2,5 triliun. Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan kerja sama perdagangan antara Jatim dan Sumut yang melibatkan instansi pemerintah, organisasi perdagangan, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta perwakilan organisasi dan pelaku usaha lainnya dari kedua provinsi.
Turut hadir Bupati Probolinggo Muhamad Haris Damanhuri.










