TVRINews, Sumatera Utara
Program Karya Bakti TNI AD berskala besar tahun 2026 di wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara, ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa selaku Komandan Satuan Tugas Karya Bakti TNI AD untuk Kesejahteraan Rakyat Tahun 2026 wilayah Sumatera Utara menyampaikan optimisme tersebut saat melakukan monitoring di sejumlah titik pembangunan, Senin, 25 Mei 2026.
Lokasi peninjauan meliputi Kecamatan Bawalato dan Kecamatan Gido di Kabupaten Nias, serta Kecamatan Gunungsitoli Idanoi di Kota Gunungsitoli.
“Di Kepulauan Nias ini kita sedang membangun 46 jembatan, kemudian ada 191 titik air bersih, perbaikan 55 unit rumah tidak layak huni, rehabilitasi 9 unit sekolah, serta pembangunan irigasi, jalan, dan rumah ibadah. Semuanya diharapkan selesai pada 30 Juni 2026,”kata Mayjen TNI Hendy Antariksa.
Ia menegaskan, apabila pekerjaan terkendala faktor cuaca seperti hujan, maka penyelesaian tetap akan dilanjutkan hingga seluruh target pembangunan infrastruktur tuntas setelah akhir Juni 2026.
Sebelumnya, pada tahap pra-pembukaan Karya Bakti TNI AD 2026, telah selesai dibangun 11 unit jembatan yang terdiri dari berbagai jenis, yakni jembatan gantung (perintis), jembatan Aramco, jembatan beton, dan jembatan Bailey.
Program pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari perhatian Presiden RI Prabowo Subianto, menyusul laporan terkait keterbatasan akses jalan dan jembatan yang selama ini menghambat aktivitas ekonomi serta pendidikan masyarakat di wilayah pedalaman Kepulauan Nias.
Pangdam juga berkesempatan berdialog dengan prajurit TNI yang terlibat dalam program tersebut. Para personel menyatakan siap bekerja dengan tulus demi menyelesaikan pembangunan sesuai target yang ditetapkan.
Sementara itu, warga Deli’aro Tafona’o menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang dilakukan TNI di wilayahnya. Ia berharap pembangunan terus ditingkatkan, termasuk pemerataan akses listrik di seluruh dusun untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Dukungan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dinilai penting untuk mempercepat pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias dan Sumatera Utara secara umum.










