TVRINews, Tapanuli Utara
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Raja Sisingamangaraja XII memberikan layanan Service Recovery Activation (SRA) kepada penumpang yang penerbangannya terdampak aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau pada Senin, 7 September 2026.
Layanan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengguna jasa yang terdampak gangguan operasional penerbangan. Pihak bandara membagikan makanan ringan dan air mineral kepada penumpang, sekaligus memberikan pendampingan serta informasi mengenai perkembangan operasional penerbangan.
Tak hanya itu, InJourney Airports berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Polres Tapanuli Utara, dan Kodim 0210/TU menyediakan empat bus gratis bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan rute Silangit-Cengkareng.
Empat bus tersebut melayani dua rute. Sebanyak dua bus diberangkatkan menuju Balige, sedangkan dua bus lainnya menuju Siborongborong dan selanjutnya Tarutung.

General Manager Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Tarto, mengatakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama, termasuk ketika operasional penerbangan menghadapi kondisi di luar kendali.
"Keselamatan, keamanan, dan pelayanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama kami, termasuk dalam kondisi operasional yang berada di luar kendali," ujar Tarto, dikutip Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik.
Koordinasi juga dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi dan perkembangan penerbangan dapat diterima penumpang secara cepat dan akurat.
Pihak bandara mengimbau penumpang untuk terus memantau informasi terbaru mengenai status penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun petugas bandara.
Melalui program Service Recovery Activation, InJourney Airports menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan dan perhatian kepada pengguna jasa, khususnya ketika menghadapi situasi tidak terduga yang berdampak terhadap perjalanan udara.










