TVRINews, Medan
Anggota Komisi XIII DPR RI, Kombes Pol (Purn) Maruli Siahaan melakukan kunjungan pengawasan ke Lapas dan Rutan Kelas I Medan di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, Medan Helvetia, Rabu 13 Mei 2026.
Berdasarkan data terkini, jumlah penghuni Lapas dan Rutan di Sumatra Utara mencapai 32.018 orang, sementara kapasitas ideal hanya 15.448 orang. Kondisi ini menunjukkan terjadinya overkapasitas lebih dari dua kali lipat.
“Jumlah warga binaan saat ini memang over capacity. Ini yang harus kita dorong agar kapasitas bisa kembali normal, khususnya di Lapas ini, termasuk dengan memaksimalkan remisi dan pengurangan masa tahanan bagi warga binaan yang memenuhi syarat,” ujar Maruli Siahaan.
Ia juga mengapresiasi para petugas Lapas yang dinilai telah menjalankan pembinaan secara optimal.
“Pembinaan rohani berjalan baik. Pelatihan-pelatihan juga dilakukan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, sehingga warga binaan dapat memberikan pertolongan pertama apabila ada yang cedera atau sakit,” jelasnya.
Selama kunjungan, Maruli meninjau sejumlah fasilitas, seperti tempat ibadah, dapur, klinik, hingga ruang kunjungan.
“Secara umum, kebersihannya luar biasa. Di klinik, dokter-dokternya siap siaga dan profesional. Dapur mungkin ada beberapa yang perlu dibenahi. Nanti kami sarankan kepada Kalapas untuk mengajukan kebutuhan peralatan agar bisa kami dorong ke kementerian,” ujarnya.
Penanganan Praktik Love Scamming di Lapas
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fanika Affandi, A.Md.I.P., SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah konkret untuk menangkal praktik love scamming di dalam lapas.
“Fungsi pengawasan sudah kami jalankan secara ketat. Kami juga telah melaksanakan ikrar petugas pemasyarakatan dalam rangka menindaklanjuti perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tegasnya.
Lapas Kelas I Medan juga telah meluncurkan aplikasi SIMWAS PIM (Sistem Pengawasan Pimpinan) untuk memperkuat pengawasan internal.










