TVRINews, Tapanuli Utara
Aktivitas erupsi Gunung Sinabung dan sebaran abu vulkanik yang berdampak pada ruang udara di wilayah tertentu hingga kini tidak memengaruhi secara langsung operasional penerbangan di Bandara Raja Sisingamangaraja XII.
Hingga Selasa, 1 September 2026, operasional penerbangan dari dan menuju Bandara Raja Sisingamangaraja XII berjalan normal. Tidak terdapat penundaan maupun pembatalan penerbangan yang disebabkan oleh aktivitas erupsi Gunung Sinabung.
"Manajemen Bandara Raja Sisingamangaraja XII bersama seluruh stakeholder terkait senantiasa melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional dan perkembangan aktivitas vulkanik guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan," ujar GM Bandara Sisingamangaraja XII Tarto, Selasa sore.
Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan, pihak bandara akan berkoordinasi dengan maskapai, AirNav Indonesia, serta instansi terkait. Informasi lebih lanjut juga akan disampaikan kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara.
Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Raja Sisingamangaraja XII, diimbau untuk tetap memantau informasi dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi bandara maupun berkoordinasi dengan pihak maskapai.
"Selain itu dalam memberikan pelayanan kepada publik, Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Raja Sisingamangaraja XII senantiasa bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara dalam memberikan pelayanan sepenuh hati, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara," ujar Tarto.









