TVRINews, Simalungun
Ratusan pemancing dari berbagai daerah di Sumatera Utara menghadiri lomba memancing di Danau Toba, Sabtu, 24 Oktober 2026. Lomba tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Tarik Tombur Toba yang digelar di Pantai Atsari, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Rangkaian acara Tarik Tombur Toba dimulai sejak pagi dengan pertunjukan tari tortor, dilanjutkan dengan lomba memancing. Hasil tangkapan peserta kemudian dimasak bersama dalam lomba membuat sambal tombur yang diikuti 30 kelompok dari berbagai kecamatan di Kabupaten Simalungun.
“Lomba membuat sambal tombur, yang bisa kita nikmati bersama sambil mendengarkan jazz gondang di tepi Danau Toba. Saya berharap sekali sambal tombur bisa dikenal di level nasional,” ujar pemrakarsa Tarik Tombur Toba, Bane Raja Manalu, di lokasi acara.
Bane menuturkan, kegiatan Tarik Tombur Toba diselenggarakan atas aspirasi masyarakat yang menginginkan kebangkitan pariwisata di Sumatera Utara.
“Saya berkeliling Danau Toba dan banyak aspirasi masyarakat yang ingin geliat pariwisata kembali bangkit. Maka kita selenggarakan event. Saat ada event, pariwisata akan hidup,” ungkap anggota Komisi VII DPR RI tersebut.
Bane juga mengajak peserta lomba dan masyarakat yang hadir untuk menjaga kelestarian alam dan budaya Danau Toba serta Sumatera Utara.
“Danau Toba adalah hasil sejarah masa lalu yang menjadi masa depan bagi generasi selanjutnya. Maka kita wajib menjaganya. Kita sepakat ambil secukupnya, dan peligara selamanya,”
Tarik Tombur Toba didukung oleh Kementerian Pariwisata, Injourney, Kementerian Ekonomi Kreatif, Marcopolo, Anker Pilsener, PTPN IV, Cari Kawan, BK Polos, dan Marabit.
Acara ini turut dihadiri para pegiat pariwisata, ekonomi kreatif, serta kelompok seni dan budaya, seperti Satahi, Happy Tambunan, Pondok Kreatif Parapat, Siou, dan Guido Punxgoaran.










