TVRINews, Medan
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memastikan ketersediaan stok beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Saat ini, Bulog Sumut memiliki cadangan sekitar 56.000 ton beras dan 700.000 liter Minyakita. Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap sesuai ketentuan, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah pedagang di Pasar Sukaramai, Kota Medan, Selasa, 23 Juni 2026.
Budi mengatakan, hasil monitoring menunjukkan pasokan beras SPHP maupun Minyakita tersedia dengan baik di pasar. Ia juga memastikan Minyakita dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Hari ini saya cek pasokannya, harganya, kita sama-sama lihat bahwa pasokan lancar. Minyak juga dijual sesuai dengan HET, yaitu Rp15.700 per liter," kata Budi, Selasa, 23 Juni 2026.

Ia mengimbau masyarakat agar membeli Minyakita dari pengecer resmi yang bermitra dengan Bulog untuk mendapatkan harga sesuai ketentuan. Jika menemukan harga di atas HET, masyarakat diminta mencari pengecer resmi Bulog lainnya.
"Kalau ditemukan ada minyak yang tidak harganya Rp15.700, saya imbau untuk tidak dibeli. Datang saja cari pengecer Bulog, itu pasti dijual maksimal Rp15.700," ujarnya.
Bulog Bantah Isu Kelangkaan Beras SPHP
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menepis isu yang menyebutkan terjadi kelangkaan beras SPHP di pasaran. Menurutnya, seluruh pedagang yang menjadi mitra Bulog masih memiliki stok yang cukup dan distribusi berjalan normal.
"Untuk SPHP juga kita bisa lihat sendiri, semua pedagang yang bermitra dengan Bulog ada stoknya. Jadi isu kelangkaan mudah-mudahan hari ini terbantahkan karena memang berasnya juga lancar," ucapnya.
Dari hasil pemantauan di pasar tradisional Kota Medan, harga beras SPHP masih berada di bawah HET yang ditetapkan pemerintah. Rata-rata pedagang menjual beras SPHP seharga Rp62.000 hingga Rp63.000 per kemasan 5 kilogram, sementara HET yang berlaku sebesar Rp65.500 per 5 kilogram.
Budi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras karena stok di gudang Bulog masih sangat mencukupi. Selain itu, produksi beras dari petani juga diperkirakan akan bertambah seiring datangnya masa panen.
"Stok di Bulog ini banyak, tidak perlu dikhawatirkan. Kita masih ada tanam dan sebentar lagi memasuki masa panen. Hari ini kita pastikan juga untuk beras SPHP semuanya lancar," pungkasnya.










