TVRINews, Sumatera Utara
Kepolisian Resor Batu Bara menunjukkan kepedulian terhadap pemulihan anak korban tindak pidana asusila di Kecamatan Datuk Tanah Datar. Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono turun langsung memberikan pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing sekaligus menyerahkan dukungan pendidikan bagi korban.
Kegiatan berlangsung di ruang kerja Kapolres Batu Bara, Sabtu (1/8/2026). Suasana haru mewarnai pertemuan tersebut ketika Kapolres bersama jajaran memberikan dukungan moral kepada anak korban dan keluarganya.
Didampingi Kasat Reskrim AKP Masagus Z.D., Kasi Humas AKP P. Tamba, Kanit PPA IPDA Robby Harahap, serta personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Kapolres menegaskan bahwa korban mendapat perhatian penuh dan tidak menghadapi proses pemulihan seorang diri.
"Anak ini adalah tanggung jawab kita bersama. Polres Batu Bara berkomitmen mengawal proses hukum hingga tuntas, sekaligus memastikan korban mendapatkan pendampingan agar dapat kembali pulih," ujar AKBP Dony Satria Wicaksono.
Kapolres memastikan penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Aparat kepolisian juga berkomitmen memberikan perlindungan terhadap korban selama proses penyidikan berlangsung.
Selain pendampingan hukum, perhatian utama juga diberikan terhadap kondisi psikologis anak. Melalui kegiatan trauma healing, tim Unit PPA memberikan penguatan mental, motivasi, serta membangun kembali rasa aman bagi korban agar mampu menjalani aktivitas sehari-hari.
Kapolres berharap dukungan tersebut dapat membantu anak kembali menatap masa depan, termasuk melanjutkan pendidikan tanpa kehilangan semangat untuk meraih cita-cita.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan korban, AKBP Dony Satria juga menyerahkan bantuan berupa tabungan pendidikan.
"Ini untuk sekolahmu. Tetap semangat belajar. Bapak dan Ibu Polisi akan selalu mendukung dan melindungi kamu," kata Kapolres saat menyerahkan bantuan pendidikan.
Pemberian dukungan tersebut menjadi simbol komitmen Polri bahwa penanganan kasus tidak hanya berfokus pada penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga memastikan korban memperoleh pemulihan dan perlindungan.
"Kehadiran Polri harus memberikan harapan, terutama bagi anak-anak. Kami tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perhatian dan pendampingan agar dapat bangkit kembali," tegas AKBP Dony Satria.
Kegiatan trauma healing dan pemberian dukungan pendidikan tersebut berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dalam suasana penuh kehangatan dan berjalan aman serta kondusif.









