TVRINews, Medan
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution memastikan seluruh kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumatera Utara yang sempat tertahan di Manokwari, Papua Barat, akan dipulangkan menggunakan penerbangan tambahan (extra flight) yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Keputusan tersebut diambil setelah beredar informasi di media sosial mengenai kontingen Pesparawi Sumut yang mengalami kendala kepulangan akibat tiket pesawat yang belum tersedia.
"Jadi solusinya, besok pagi mereka akan pulang. Kita siapkan penerbangan extra flight dari maskapai Lion Group, sehingga mereka bisa langsung terbang dari Papua ke Medan,"ujar Bobby.
Bobby menjelaskan, kendala tersebut terjadi karena adanya kesalahan dalam pengelolaan administrasi perjalanan yang ditangani Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sumut.
Ia mengungkapkan, sebelum kontingen diberangkatkan ke Manokwari, dirinya telah mengingatkan agar seluruh kebutuhan perjalanan, termasuk tiket kepulangan, dipersiapkan sejak awal.
"Itu memang kesalahan dari Kesra. Sebelum mereka berangkat sebenarnya saya sudah mengingatkan saat audiensi agar tiket pulang dipersiapkan sejak awal,"ucapnya.
Selain persoalan administrasi, Bobby mengatakan anggaran yang semula disiapkan untuk pembelian tiket pulang tidak lagi mencukupi karena terjadi kenaikan harga tiket pesawat.
"Karena kita tahu anggaran yang mereka siapkan awalnya cukup, tetapi terjadi kenaikan harga tiket pesawat sehingga anggarannya tidak mencukupi,"tambahnya.
Untuk memastikan seluruh peserta dapat kembali ke Sumatera Utara tanpa hambatan, Pemprov Sumut mengambil langkah cepat dengan menyiapkan tambahan anggaran guna menutupi kekurangan biaya tiket.
"Pemprov Sumut akan menalangi kebutuhan tiket kepulangan mereka sehingga seluruh kontingen bisa pulang dengan aman dan nyaman,"tuturnya.
Melalui penyediaan penerbangan tambahan tersebut, seluruh kontingen Pesparawi Sumut dijadwalkan kembali ke Medan pada Rabu, 1 Juli 2026, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat.










