TVRINews, Tapanuli Utara
Bencana tanah longsor terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Tarutung–Sipirok, tepatnya di wilayah Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa 5 Mei 2026 sekitar pukul 14.45 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi terseret dan tertimbun material longsor.
Longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Sebuah mobil pikap yang mengangkut sayuran dari arah Tarutung menuju Sipirok terseret ke jurang dan tertimbun longsoran tanah. Tim gabungan dari TNI-Polri bersama warga setempat langsung melakukan upaya evakuasi dengan peralatan seadanya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena kondisi kendaraan yang ringsek parah dan tertimbun material. Dua korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil pikap dan berhasil dievakuasi sekitar pukul 24.00 WIB.
Selain itu, satu unit mobil boks juga dilaporkan terbalik dan masuk ke sungai akibat longsor. Dalam kejadian ini, satu orang dilaporkan selamat, sementara dua korban lainnya yang merupakan pasangan suami istri ditemukan meninggal dunia.
Sulitnya medan, derasnya arus sungai, serta kondisi jurang yang curam membuat proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Material longsor juga sempat menutup badan jalan, menumbangkan pohon, serta merusak tiang listrik, sehingga menyebabkan kemacetan panjang dari kedua arah selama lebih dari lima jam.
Salah satu keluarga korban, Aman Hasibuan, menyebutkan bahwa ketiga korban merupakan warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan, yakni bermarga Hasibuan, Nasution, dan Siregar. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri asal Sitaputapu, Desa Hutagodang, Kecamatan Sungai Kanan.
"Seluruh jenazah telah dibawa dari Puskesmas Onan Hasang menuju Labuhanbatu Selatan untuk disemayamkan," ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Rabu, 6 Mei 2026.
Pasca kejadian, petugas telah mendatangkan alat berat untuk membersihkan material longsor di Jalinsum via Pahae. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu 6 Mei 2026, arus lalu lintas di jalur tersebut telah kembali normal.










